Pengumuman pembekuan itu disampaikan juru bicara Jonathan, Ima Niboro, sembari menambahkan adanya dugaan korupsi dalam persiapan mengikuti turnamen di Afrika Selatan tersebut.
Niboro mengatakan seluruh dana yang dialokasikan kepada federasi sepakbola Nigeria akan diselidiki. Namun demikian, Niboro tidak menjelaskan lebih detil tentang penyelidikan itu.
Di sisi lain, juru bicara federasi Ademola Olajire mengaku belum menerima informasi mengenai skorsing dari presiden.
"Kami tak pernah diberi tahu, bahkan surat dari presiden juga tak ada," kata Olajire.
Nigeria tersisih dini dari Piala Dunia setelah hanya meraih satu poin di babak grup berkat hasil imbang 2-2 dengan Korea Selatan. "Elang Super" menuai kelalahan 0-1 dari Argentina dan 1-2 dari Yunani di Grup B.
Federasi sepakbola Nigeria sudah menyampaikan permintaan maaf kepada presiden dan masyarakat negeri itu atas prestasi buruknya. Namun hal itu tidak menghentikan langkah pengkritik untuk memberi julukan "Ayam Super" kepada timnas.
Adapun dugaan korupsi muncul setelah media massa lokal mempertanyakan skuad yang dibawa pelatih Lars Lagerback dan membuat kecurigaan adanya penyuapan di balik pemanggilan pemain.
Media lokal juga menyebut federasi harus membayar 125 ribu dolar AS untuk membatalkan pemesanan Hotel Hampshire di utara kota Durban, Afsel, karena ofisial tim menilai hotel berbintang tiga itu gaduh, sarang nyamuk dan tak aman.
Namun di balik kekisruhan ini, Nigeria terancam terkena sanksi skorsing dan pengucilan dari FIFA karena pemerintahnya ikut campur dalam urusan sepakbola negerinya.
"Sampai masalah ini diberitakan, kami belum menerima informasi resmi. Namun secara umum, posisi FIFA mengenai intervensi politik terhadap sepakbola sudah jelas," ujar FIFA dalam pernyataan resminya.(Fadly)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar